![]() |
| Nagaloka inovasi camilan sehat berupa peelable gummy dengan bahan utama buah naga karya siswa SMAN 1 Glagah. (Foto: Istimewa) |
BANYUWANGITERKINI.ID — Banyuwangi yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi buah naga terbesar di Indonesia terus melahirkan inovasi berbasis komoditas lokal. Melimpahnya hasil panen buah naga menjadi peluang untuk menciptakan produk pangan bernilai tambah sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian daerah.
Di sisi lain, produksi yang melimpah saat musim panen raya kerap memicu kelebihan pasokan sehingga harga buah naga mengalami penurunan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai gagasan kreatif agar komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Nagaloka Jadi Inovasi Camilan Sehat Berbahan Buah Naga
Berangkat dari persoalan tersebut, dua siswa SMAN 1 Glagah, Aisyah Azalia Tasmirah dan Inka Novellia, yang tergabung dalam Tim Kecebong, mengembangkan Nagaloka, sebuah camilan sehat berupa peelable gummy dengan bahan utama buah naga khas Banyuwangi.
"Kami melihat buah naga di Banyuwangi memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, kami ingin menghadirkan produk olahan yang tidak hanya unik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal," ujar Aisyah, Kamis, (9/7).
![]() |
| Produk camilan sehat, Nagaloka. (Foto: Istimewa) |
Produk ini menawarkan konsep berbeda dibandingkan gummy pada umumnya. Nagaloka memiliki tekstur berlapis yang dapat dikupas sebelum dikonsumsi sehingga menghadirkan pengalaman baru bagi penikmat camilan.
Selain mengedepankan keunikan bentuk, Nagaloka juga dirancang menggunakan bahan yang lebih alami. Buah naga dimanfaatkan sebagai bahan utama, dipadukan dengan pemanis alami stevia tanpa tambahan pewarna sintetis karena warna produk berasal dari pigmen alami buah naga dan bahan alami lainnya.
"Kami memilih stevia sebagai pemanis dan memanfaatkan warna alami buah naga tanpa pewarna sintetis sehingga produk ini dapat menjadi alternatif camilan yang lebih sehat," katanya.
Dibawa Bertanding di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional
Inovasi tersebut kemudian diikutsertakan dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
FIKSI merupakan ajang talenta nasional yang berfokus pada pengembangan jiwa sociopreneur. Kompetisi ini mengusung tiga pilar utama, yakni Ekonomi Hijau, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital.
Dalam ajang tersebut, Aisyah Azalia Tasmirah dan Inka Novellia membawa Nagaloka sebagai produk inovasi berbasis buah naga yang menjadi karya andalan mereka.
Dorong Nilai Tambah Komoditas Lokal Banyuwangi
Tak hanya menghadirkan camilan modern, Nagaloka juga membawa misi untuk meningkatkan nilai ekonomi buah naga Banyuwangi. Pemanfaatan buah naga sebagai bahan baku diharapkan mampu mengurangi potensi hasil panen yang tidak terserap pasar sekaligus membuka peluang lahirnya produk olahan yang lebih kreatif dan memiliki daya jual lebih tinggi.
Nama Nagaloka sendiri merupakan gabungan identitas buah naga dengan konsep dunia penuh kebahagiaan melalui camilan sehat yang inovatif. Produk ini mengusung slogan "From Dragon Fruit to Healthy Happiness", sebagai gambaran transformasi buah naga lokal menjadi pangan modern yang mendukung gaya hidup sehat.
"Kami berharap Nagaloka dapat membuat masyarakat melihat buah naga bukan hanya sebagai buah segar, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk pangan modern," tutur Inka.
Melalui inovasi tersebut, Nagaloka diharapkan dapat memperkenalkan potensi buah naga Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya sebagai buah segar, tetapi juga sebagai bahan baku produk pangan modern yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.***

