GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

Dorong UMKM Selingkar Ijen Naik Kelas, Angkasa Pura Indonesia Gelar InJourney Creativity House 2026

Kegiatan InJourney Creativity House (ICH) Tahun 2026 yang digelar oleh Bandar Udara Internasional Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGITERKINI.ID - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandar Udara Internasional Banyuwangi menggelar Program InJourney Creativity House (ICH) Tahun 2026. Pelatihan yang berlangsung pada 24–25 September 2026 di ballroom Grand Harvest Resort & Villas ini diikuti oleh 45 pelaku UMKM pilihan di wilayah selingkar destinasi wisata Ijen.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Kabupaten Banyuwangi, Heni Sugiharti, serta Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofiq.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini difokuskan pada penguatan kapasitas usaha di bidang makanan ringan, pengolahan kopi, jajanan, hingga oleh-oleh khas Banyuwangi.

Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Adi Nugroho, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.

"Melalui program ini, para pelaku UMKM diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Kami ingin program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Adi Nugroho.

Pelaku UMKM diajak untuk mengelola keuangan hingga packaging produk. (Foto: Istimewa)

Hal senada disampaikan General Manager Bandar Udara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi. Ia menyebut pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar pelaku usaha lokal.

"Peserta mendapat materi pengelolaan keuangan hingga kemasan (packaging) produk agar daya saing dan kualitas usaha mereka meningkat," jelas Holik.

Dukungan Pemkab Banyuwangi

Plt Kepala Diskop UMP Kabupaten Banyuwangi, Heni Sugiharti, menyambut positif kolaborasi ini. Ia mengingatkan para pelaku usaha agar tidak berpuas diri di tengah ketatnya persaingan produk dari luar daerah.

"UMKM kita harus tetap eksis dan terus meningkatkan kualitas agar mampu berkompetisi. Bapak dan Ibu yang hadir ini merupakan 45 UMKM terpilih hasil kurasi dari total 217 UMKM di Banyuwangi," ungkap Heni saat memberikan sambutan.

Heni menambahkan, status Ijen sebagai destinasi wisata kelas dunia harus diimbangi dengan kualitas produk penunjang yang mumpuni.

"Destinasi Ijen sudah mendunia. Kalau penunjangnya tidak mengikuti, pasarnya akan diambil daerah lain. Mumpung ada kesempatan ini, manfaatkan sebaik-baiknya. Harapan kami sinergi dengan PT Angkasa Pura Indonesia ini terus berkelanjutan karena UMKM adalah penopang utama ekonomi Banyuwangi," tegasnya.

Tidak hanya pelatihan teknis, para peserta ICH 2026 juga akan mendapatkan pendampingan intensif (mentoring) selama tiga bulan ke depan untuk memantau perkembangan dan penerapan materi usaha secara berkala.***

Ketik kata kunci lalu Enter