![]() |
| Penampakan jalur Gumitir Jember-Banyuwangi yang rampung lebih cepat dan sudah dibuka. (Foto: Kominfo Jatim) |
BANYUWANGITERKINI.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali resmi membuka kembali Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Ruas vital ini dibuka sejak Kamis (4/9) pukul 00.00 WIB setelah pekerjaan preservasi jalan nasional rampung lebih cepat dari jadwal.
Pekerjaan difokuskan di KM 233+500 dan KM 235+650, tepatnya di Tikungan Mbah Singo, salah satu titik rawan di Jalur Gumitir. BBPJN menyebutkan, pemberlakuan open traffic secara fungsional dilakukan sebagai langkah percepatan pemulihan konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama lintas selatan Jawa Timur.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa preservasi jalur nasional ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan jalan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.
“Kementerian PU berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi, termasuk kawasan industri dan wisata, melalui infrastruktur jalan yang mantap,” ujarnya, dikutip dari laman kominfo.jatimprov.go.id pada Sabtu, (6/9).
![]() |
| Penampakan jalur Gumitir Jember-Banyuwangi usai perbaikan. (Foto: Kominfo Jatim) |
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menambahkan bahwa pekerjaan bore pile di dua titik jalur Gumitir berhasil diselesaikan lebih cepat. Sebanyak 60 titik bore pile di KM 233+500 dan 15 titik di KM 235+650 tuntas dikerjakan lebih cepat 20 hari dari target 24 September 2025.
“Saat ini tinggal menyisakan pekerjaan minor yang akan terus diselesaikan hingga akhir masa kontrak 31 Desember 2025,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali,” jelas Javid.
Keputusan pembukaan jalur ini diambil melalui rapat koordinasi antara BBPJN Jawa Timur–Bali, Polda Jatim, Pemprov Jatim, Pemkab Jember, Pemkab Banyuwangi, serta instansi terkait lainnya pada Senin (1/9).
Selama pemberlakuan open traffic, pengaturan lalu lintas dilakukan bersama Polres Jember, Dinas Perhubungan, Relawan Gumitir, serta penyedia jasa konstruksi. Jalur dilengkapi dengan water barrier, safety line, rambu sementara, lampu penerangan, dan perlengkapan keselamatan kerja sesuai standar Ditjen Bina Marga.
Selain itu, alat berat dan personel siaga ditempatkan di titik strategis untuk mitigasi potensi longsor maupun penanganan darurat.
Jalur Gumitir merupakan satu-satunya jalan lintas selatan yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi. Keberadaan jalur ini sangat vital bagi kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga pariwisata di kawasan timur Jawa Timur.
Dengan rampungnya pekerjaan preservasi lebih cepat dari target, jalur ini diharapkan semakin aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.***

