GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

Menjelang Lebaran 2026, Harga Emas Dunia Anjlok Akibat The Fed Tahan Suku Bunga

Analisis teknikal harga emas dunia yang anjlok jelang Lebaran 2026 oleh Analis Maxco Futures, Andrew Fischer. (Foto: Maxco Futures)

BANYUWANGITERKINI.IDMenjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026, harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Rabu (18/3/2026) waktu setempat atau Kamis (19/3/2026) pagi WIB, setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) memutuskan menahan suku bunga.

Berdasarkan kondisi pasar terkini, penguatan USD menjadi faktor dominan yang memberikan tekanan terhadap harga emas. Kondisi ini didukung oleh ekspektasi bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat akan tetap berada dalam posisi ketat guna mengendalikan inflasi yang masih relatif tinggi. Suku bunga yang tinggi membuat instrumen berbasis USD menjadi lebih menarik bagi investor, karena menawarkan imbal hasil yang lebih jelas dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.

Selain itu, pergerakan aliran dana global (capital flow) juga menunjukkan kecenderungan masuk ke aset berbasis dolar. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas mengalami penurunan secara bertahap. Kombinasi antara kuatnya USD dan berkurangnya permintaan emas menjadi faktor utama yang memperkuat bias bearish pada XAUUSD.

Dengan kondisi tersebut, harga emas masih memiliki potensi untuk melanjutkan penurunan menuju area support di kisaran 4400 – 4340. Area ini merupakan zona penting yang berpotensi menjadi titik reaksi harga, baik sebagai penahan sementara maupun sebagai area akumulasi bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Di sisi lain, pergerakan harga emas (XAUUSD) masih berada dalam tekanan yang cukup kuat dan cenderung melanjutkan fase pelemahan. Tekanan ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor utama, terutama dari sisi geopolitik global dan kekuatan mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat, masih menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen pasar. Namun, meskipun konflik tersebut belum sepenuhnya mereda, pasar saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda adaptasi terhadap kondisi tersebut. Artinya, dampak dari sentimen geopolitik terhadap kenaikan harga emas tidak sekuat sebelumnya karena sebagian besar pelaku pasar sudah mengantisipasi risiko tersebut.

Trading XAUUSD aman dan nyaman dengan Maxco Futures. (Foto: Maxco Futures)

Analis Maxco Futures, Andrew Fischer menegaskan konflik geopolitik tetap tidak bisa diabaikan. Dalam kondisi tertentu, perkembangan konflik dapat memicu lonjakan volatilitas yang signifikan. Hal ini sering dimanfaatkan oleh trader sebagai peluang jangka pendek, terutama saat terjadi pergerakan harga yang cepat akibat rilis berita atau sentimen mendadak di pasar.

“Dari sisi teknikal, struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish yang cukup jelas. Hal ini terlihat dari terbentuknya pola lower high dan lower low, yang menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi arah market,” ungkap Andrew Fischer dalam keterangan analisa hariannya di Maxco Futures, Jumat, (20/03).

Meskipun demikian, dalam jangka pendek harga terlihat sedang mengalami fase koreksi atau pullback. Kenaikan ini bukan merupakan tanda pembalikan tren utama, melainkan hanya bagian dari pergerakan korektif dalam tren bearish yang lebih besar. Dalam konteks ini, kenaikan tersebut dapat dikategorikan sebagai secondary trendline, yaitu tren minor yang bergerak berlawanan dengan tren utama.

“Koreksi kenaikan ini didukung oleh terbentuknya pola swing low serta adanya konfirmasi dari candlestick pattern, yang menunjukkan adanya dorongan sementara dari pihak buyer. Berdasarkan struktur harga saat ini, potensi kenaikan diperkirakan akan menguji area resistance di kisaran 4820 – 4850,” ujarnya.

Area tersebut merupakan zona penting yang berpotensi menjadi titik pembalikan arah. Jika harga mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan di area tersebut, seperti terbentuknya pola candlestick bearish (engulfing, pin bar, atau rejection), maka hal ini dapat menjadi sinyal kuat bahwa tren penurunan akan kembali berlanjut.

Baik sebelum maupun setelah mencapai area resistance tersebut, harga tetap memiliki peluang besar untuk melanjutkan penurunan dalam jangka menengah hingga panjang. Target penurunan masih berada di kisaran 4400 – 4340, yang merupakan area support kuat berdasarkan struktur pergerakan sebelumnya.

Oleh karena itu, pendekatan yang paling relevan dalam kondisi saat ini adalah menunggu momentum kenaikan selesai, kemudian mencari peluang entry sell dengan konfirmasi yang jelas. Strategi ini sejalan dengan prinsip mengikuti tren utama (trend following), di mana trader lebih diuntungkan dengan mengikuti arah dominan market.

Analis Maxco Futures tersebut juga memberikan kesimpulan secara keseluruhan, pergerakan XAUUSD saat ini masih berada dalam kondisi bearish, dengan potensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan penurunan.

Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga antara lain:

  • Penguatan USD yang masih dominan
  • Kebijakan moneter yang tetap ketat
  • Sentimen geopolitik yang mulai diantisipasi oleh pasar

Strategi trading yang disarankan adalah fokus pada peluang sell di area resistance, khususnya di kisaran 4820 – 4850, dengan menunggu konfirmasi tambahan seperti pola candlestick atau sinyal price action yang valid.

Selain itu, penting untuk menghindari entry di area tengah yang tidak memiliki kejelasan arah, karena berpotensi meningkatkan risiko terkena false signal. Disiplin dalam menunggu momen terbaik menjadi kunci utama dalam kondisi market seperti ini.

Dari sisi manajemen risiko, trader disarankan untuk tetap menggunakan stop loss yang terukur, menghindari overtrading, serta lebih memprioritaskan kualitas entry dibandingkan kuantitas transaksi.

Kondisi market saat ini masih memberikan peluang profit yang baik, terutama bagi trader yang mampu membaca struktur market dengan tepat. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena volatilitas yang tinggi dapat menyebabkan pergerakan harga menjadi tidak stabil.

Dengan pendekatan yang disiplin, analisa yang matang, serta manajemen risiko yang baik, peluang untuk mendapatkan profit tetap terbuka di tengah kondisi market yang menantang ini.***

Ketik kata kunci lalu Enter