GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

MGMP Sejarah Banyuwangi Gelar Workshop "Membaca Perubahan Lingkungan Banyuwangi: Eksplorasi Peta dan Dokumen Sejarah Digital"

Kegiatan workshop yang digelar MGMP Sejarah SMA/MA Kabupaten Banyuwangi di SMAN 1 Glagah. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGITERKINI.ID Upaya meningkatkan profesionalisme guru sejarah terus dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA/MA Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya melalui workshop sehari bertema “Membaca Perubahan Lingkungan Banyuwangi: Eksplorasi Peta dan Dokumen Sejarah Digital” yang digelar di Aula SMAN 1 Glagah, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan guru mata pelajaran sejarah dari berbagai SMA/MA se-Kabupaten Banyuwangi. Workshop menghadirkan pemateri utama, Ronal Ridhoi, M.A., dosen Universitas Negeri Malang yang dikenal aktif dalam kajian sejarah lingkungan.

Ketua MGMP Sejarah Kabupaten Banyuwangi, Nur Ahmadi, S.Pd., M.M. (Foto: Istimewa)

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, Ketua MGMP Sejarah Kabupaten Banyuwangi, Nur Ahmadi, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak SMAN 1 Glagah yang menjadi tuan rumah kegiatan.

"Kami berharap forum MGMP tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar guru sejarah, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman," kata Nur Ahmadi.

Pembina MGMP Sejarah Kabupaten Banyuwangi, Helmi, S.Pd., M.Si. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Pembina MGMP Sejarah Kabupaten Banyuwangi, Helmi, S.Pd., M.Si., menegaskan pentingnya menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

“Materi sejarah harus dihidupkan kembali agar relevan dengan perkembangan zaman, tidak membosankan, dan mampu meningkatkan daya kritis siswa sehingga mampu meningkatkan minat belajar terhadap sejarah lokal maupun nasional.,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T. (Foto: Istimewa)

Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, generasi pelajar saat ini yang didominasi Generasi Z dan Alpha memiliki kedekatan kuat dengan teknologi dan gadget. Karena itu, guru harus mampu mengolaborasikan materi pembelajaran dengan pendekatan digital yang menarik.

Dosen Universitas Negeri Malang Ronal Ridhoi, M.A. (Foto: Istimewa)

“Pembelajaran berdampak di era sekarang harus berjalan beriringan dengan digitalisasi pendidikan. Guru perlu terus meningkatkan kemampuan agar pembelajaran tetap relevan dengan karakter siswa saat ini,” ungkap Abdullah.

Dalam sesi utama workshop, Ronal Ridhoi mengajak peserta menelusuri berbagai sumber sejarah Banyuwangi melalui eksplorasi peta dan dokumen sejarah digital, mulai dari arsip museum nasional hingga situs internasional.

Peserta workshop antusias mengikuti kegiatan. (Foto: Istimewa)

Ia menjelaskan bahwa sejarah Banyuwangi tidak hanya berkaitan dengan kerajaan dan kolonialisme, tetapi juga menyimpan jejak penting mengenai sejarah lingkungan yang perlu dipahami lebih luas.

“Sejarah Banyuwangi bukan hanya tentang kerajaan dan kolonial, tetapi juga tentang perubahan lingkungan dan dinamika masyarakatnya,” jelas Ronal di hadapan peserta.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diajak melakukan praktik langsung eksplorasi peta serta dokumen sejarah digital. Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan presentasi yang berlangsung interaktif.***

Ketik kata kunci lalu Enter