GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Banyuwangi Turun di 2024, Kini di Bawah Rata-rata Nasional

Ilustrasi ketidakcukupan konsumsi pangan di Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGITERKINI.ID Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tercatat sebesar 5,76 persen pada tahun 2024.

Dilansir dari databoks.katadata.co.id, angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan sebesar 3,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 9,07 persen. Bahkan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, PoU di Banyuwangi tercatat menurun 2,64 persen, menandakan adanya perbaikan kondisi ketahanan pangan masyarakat.

Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, capaian Banyuwangi terbilang positif. Berdasarkan data BPS, PoU nasional Indonesia pada 2024 berada di angka 8,27 persen, sehingga tingkat ketidakcukupan pangan di Banyuwangi lebih rendah dari rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan, PoU merupakan kondisi ketika seseorang secara rutin mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energi minimum guna menjalani kehidupan yang normal, aktif, dan sehat. Indikator ini kerap digunakan sebagai alat ukur tingkat kerawanan pangan dan status gizi suatu wilayah.

Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Kabupaten Banyuwangi. (Foto: databoks.katadata.co.id)

Dengan capaian 5,76 persen, berarti kurang dari enam persen penduduk Banyuwangi masih berada dalam kondisi mengonsumsi pangan tetapi belum memperoleh asupan energi yang memadai.

Dalam lingkup Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi menempati peringkat ke-13 dari total 38 kabupaten/kota. Daerah dengan tingkat PoU terendah atau peringkat terbaik adalah Kota Surabaya dengan 2,37 persen, sementara tingkat PoU tertinggi ditempati Kabupaten Situbondo yang mencapai 17,35 persen.

10 Kabupaten/Kota dengan PoU Terendah di Jawa Timur 2024

Berikut daftar daerah dengan tingkat ketidakcukupan konsumsi pangan terendah di Jawa Timur tahun 2024:

  • Kota Surabaya: 2,37 persen
  • Kabupaten Gresik: 2,90 persen
  • Kabupaten Sidoarjo: 3,07 persen
  • Kota Batu: 3,49 persen
  • Kota Pasuruan: 4,29 persen
  • Kota Mojokerto: 4,33 persen
  • Kota Probolinggo: 4,47 persen
  • Kota Malang: 4,99 persen
  • Kabupaten Lamongan: 5,30 persen
  • Kota Kediri: 5,31 persen

Capaian ini menunjukkan bahwa Banyuwangi berada dalam kelompok daerah dengan tingkat ketahanan pangan relatif baik di Jawa Timur, meskipun tetap memerlukan upaya berkelanjutan untuk menekan angka ketidakcukupan konsumsi pangan secara lebih merata.***

Ketik kata kunci lalu Enter