GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

Bandara Internasional Banyuwangi Jadi Ruang Belajar Ramah Anak

Bandara Banyuwangi jadi ruang belajar anak yang aman dan menyenangkan. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGITERKINI.ID - Bandara Internasional Banyuwangi di Kecamatan Blimbingsari terus memperkuat perannya sebagai bandara ramah anak dan ramah lingkungan yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Mengusung konsep green airport tanpa pendingin udara, bandara ini menghadirkan suasana sejuk dan asri melalui desain arsitektur yang memaksimalkan ventilasi alami, sekaligus menampilkan keunikan budaya lokal melalui arsitektur bertema rumah adat Suku Osing.

Konsep tersebut menjadikan Bandara Internasional Banyuwangi sebagai destinasi yang menarik bagi anak-anak. Area terbuka yang luas, lantai dua sebagai viewing area untuk menyaksikan pesawat landing dan take-off, serta elemen desain yang unik memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. 

Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga dibuktikan melalui berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya Aga Khan Award for Architecture 2022, yang semakin mengukuhkan posisi Bandara Banyuwangi sebagai bandara berkonsep hijau dan inklusif.

General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Holik Muardi menyampaikan bahwa komitmen sebagai bandara ramah anak diwujudkan tidak hanya melalui desain fisik, tetapi juga melalui program edukasi yang berkelanjutan. 

“Kami ingin Bandara Internasional Banyuwangi menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. Bandara bukan hanya tempat transit, tetapi juga tempat belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat mengenal dunia penerbangan dan berbagai profesi di dalamnya sejak dini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bandara Internasional Banyuwangi secara aktif menyelenggarakan program kunjungan edukasi anak dari berbagai jenjang sekolah. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan baru kepada anak-anak mengenai dunia kebandarudaraan, sekaligus memperkenalkan beragam profesi yang ada di bandara, tidak terbatas pada profesi yang umum dikenal seperti dokter, guru, polisi, atau tentara. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dengan peran penting profesi seperti pilot, petugas Aviation Security (Avsec), Customer Service, petugas ground handling, serta pengelola fasilitas bandara.

Sepanjang tahun 2025, kunjungan edukasi diikuti oleh 33 sekolah dengan total 1.311 anak. Sementara pada periode tahun 2026, hingga saat ini tercatat 17 sekolah dengan jumlah 833 anak yang mengikuti kegiatan serupa. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat sekolah dan orang tua terhadap kegiatan pembelajaran kontekstual di lingkungan bandara.

Dalam setiap kunjungan, peserta didampingi oleh pemandu (guide) yang menyampaikan materi secara interaktif dan mudah dipahami. Kegiatan diawali di area depan bandara dengan sesi pembukaan dan perkenalan, dilanjutkan ke area check-in untuk mengenalkan fungsi tiket, bagasi, barang yang boleh dan tidak boleh dibawa ke pesawat, maskapai penerbangan, serta jumlah pesawat yang beroperasi. Selanjutnya, peserta diajak ke boarding lounge untuk memahami fungsi area tunggu penumpang dan proses pemeriksaan keamanan oleh petugas Avsec, termasuk pengenalan alat keamanan seperti mesin X-ray, Hand Held Metal Detector (HHMD), dan Walk Through Metal Detector (WTMD).

Kunjungan kemudian berlanjut ke area airside, yang menjadi salah satu sesi favorit anak-anak, dengan kegiatan foto bersama serta penjelasan mengenai apron, taxiway, runway, menara pengawas (tower), serta aktivitas pesawat saat landing dan take-off. Sebagai penutup, peserta diajak ke area kedatangan (arrival) untuk mengenal proses pengambilan bagasi di baggage claim, penggunaan conveyor dan troli, serta mengikuti sesi fun games yang dirancang untuk memperkuat pemahaman secara menyenangkan.

“Kegiatan kunjungan ke bandara ini bertujuan untuk mengenalkan dunia kebandaraan secara langsung kepada anak-anak. Selain itu, kami juga ingin menanamkan nilai disiplin, budaya antre, dan sikap saling menghargai, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang dapat menginspirasi cita-cita mereka di masa depan,” ujar Wiwin, Kepala Sekolah KB/TK AL-UMM. 

“Aku senang sekali bisa ke Bandara Banyuwangi. Aku jadi tahu banyak hal baru,” kata Hans, murid KB/TK AL-UMM.

Melalui rangkaian kegiatan edukatif tersebut, Bandara Internasional Banyuwangi menegaskan komitmennya sebagai bandara ramah anak yang tidak hanya mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penerbangan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung proses pembelajaran dan pengenalan dunia kebandarudaraan bagi generasi muda.***

Ketik kata kunci lalu Enter