![]() |
| Bandara Internasional Banyuwangi lakukan persiapan operasional penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 1447 H/2026. (Foto: Istimewa) |
BANYUWANGITERKINI.ID - Bandara Internasional Banyuwangi melakukan berbagai persiapan menyeluruh untuk memastikan operasional penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 1447 H/2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi Mohamad Holik Muardi menyatakan kesiapan tersebut meliputi optimalisasi fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside), peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan meliputi maskapai, TNI/Polri, AirNav Indonesia, perusahaan ground handling, serta instansi terkait lainnya.
“Periode Angkutan Lebaran merupakan momen penting yang membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh unsur operasional bandara. Dalam masa-masa tersebut, mobilitas masyarakat sangat tinggi. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh fasilitas, personel, dan prosedur operasional berada dalam kondisi siap guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran. Kami juga memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang,” jelas Holik, Jumat (13/03).
Salah satu persiapan yang dilakukan pihak bandara adalah pelaksanaan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling di area operasional bandara. Pemeriksaan ini mencakup sejumlah peralatan operasional seperti baggage towing tractor, baggage car, towing bar, dan conveyor belt.
amp check ini bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan dan peralatan ground handling berada dalam kondisi laik operasi, memenuhi standar keselamatan, serta siap mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode Lebaran 2026.
![]() |
| Bandara Internasional Banyuwangi pastikan Angkutan Lebaran 1447 H/2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. (Foto: Istimewa) |
Sebagai bagian dukungan operasional, Bandara Internasional Banyuwangi juga mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan pergerakan pesawat dan penumpang, serta percepatan penanganan apabila terjadi kondisi darurat atau kendala operasional.
Selama periode angkutan Lebaran, seluruh personel operasional, layanan penumpang, aviation security, serta tim teknis disiagakan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
“Sebanyak 66 personel diterjunkan dalam kegiatan posko, yang terdiri dari 30 personel internal Bandara Banyuwangi dan 36 personel eksternal yang berasal dari unsur TNI/Polri, BMKG, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan,” imbuh Holik.
Selain aspek operasional dan keamanan penerbangan, manajemen bandara juga memastikan kenyamanan pengguna jasa melalui peningkatan kebersihan area terminal, optimalisasi alur keberangkatan dan kedatangan penumpang, kesiapan fasilitas pendukung, serta penyediaan informasi penerbangan yang akurat dan mudah diakses oleh masyarakat.
Holik menambahkan bahwa pemantauan operasional dilakukan secara intensif selama masa Angkutan Lebaran 2026. “Melalui Posko Terpadu, kami melakukan monitoring harian terhadap pergerakan pesawat dan penumpang agar setiap dinamika operasional di lapangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa,” tambahnya.
Selama 18 hari periode Posko Lebaran 2026, Bandara Internasional Banyuwangi memproyeksikan akan melayani sebanyak 7.175 penumpang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan 532 penumpang, sementara puncak arus balik diprediksi pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7) dengan 576 penumpang.
“Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, Bandara Internasional Banyuwangi optimistis dapat mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 sekaligus menjaga kualitas layanan sesuai standar operasional serta prinsip service excellence,” tegas Holik.***

