![]() |
| Sebanyak 60 pelaku wisata di Desa Kemiren, Glagah dan Desa Tamansari, Licin, Banyuwangi siap dibekali program InJourney Hospitality House 2026. (Foto: Wahyu) |
BANYUWANGITERKINI.ID - Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di Bumi Blambangan terus digenjot. Kali ini, sebanyak 60 pelaku pariwisata lokal dari dua desa wisata unggulan, yakni Desa Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah dan Desa Tamansari, Kecamatan Licin, mendapatkan pelatihan khusus pariwisata.
Mereka digembleng dalam program InJourney Hospitality House (IHH) 2026 yang diinisiasi oleh PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi. Pelatihan intensif ini digelar selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Juli 2026.
Pemilihan Desa Kemiren dan Desa Tamansari sebagai pusat pelatihan bukan tanpa alasan. Kedua desa ini dikenal memiliki kekuatan tradisi yang masih sangat terjaga dan kental dengan identitas khas Suku Osing.
Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofiq, menilai langkah ini sangat strategis. Menurutnya, menyasar masyarakat yang terlibat langsung di garda depan sektor pariwisata adalah keputusan yang sangat tepat.
![]() |
| General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi saat dikonfirmasi awak media. (Foto: Wahyu) |
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali ilmu mendalam tentang kepariwisataan dan cara memberikan layanan terbaik. Rofiq menjelaskan bahwa bekal ilmu tersebut nantinya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesan positif bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.
“Karena dampak positifnya yang nyata dan tepat sasaran, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya kepada awak media.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menegaskan bahwa esensi dari kemajuan sebuah destinasi wisata tidak hanya bertumpu pada keindahan alam dan budayanya saja.
"Kami meyakini bahwa kemajuan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan budaya, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, keramahan, serta kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan," ujar Holik.
Dengan mengangkat tema "Menghadirkan Keramahtamahan Khas Indonesia untuk Dunia", program IHH tahun ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan baru di tingkat desa.
Holik menambahkan, melalui pelatihan yang diselenggarakan langsung di Desa Adat Osing Kemiren dan Desa Tamansari ini, seluruh peserta diharapkan dapat memperkaya wawasan mereka.
Lebih dari itu, peningkatan kompetensi hospitality ini ditargetkan mampu mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang tidak hanya berkelas dan berbudaya, tetapi juga berdaya saing di kancah internasional.***

