![]() |
| Gandrung Meby-AR Therapy Kit, inovasi dua siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi. (Foto: Istimewa) |
BANYUWANGITERKINI.ID — Berangkat dari kepedulian terhadap masih rendahnya kesadaran sebagian orang tua mengenai perkembangan motorik anak usia dini, dua siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi menghadirkan sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi dan budaya lokal. Produk bernama Gandrung Meby-AR Therapy Kit ini dikembangkan sebagai media alternatif terapi motorik berbasis Augmented Reality (AR) dengan sentuhan Tari Gandrung khas Banyuwangi.
Inovasi tersebut merupakan karya Safa Aulia Putri dan Canzun Kandidah Yasminah yang tergabung dalam Tim SADIDA4.0. Produk ini akan diikutsertakan dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
FIKSI sendiri merupakan ajang talenta tingkat nasional yang mendorong lahirnya jiwa sociopreneur dengan mengusung tiga pilar utama, yaitu Ekonomi Hijau, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital.
Berawal dari Kepedulian terhadap Perkembangan Motorik Anak
Gagasan menghadirkan Gandrung Meby-AR Therapy Kit muncul setelah Tim SADIDA4.0 melihat masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya perkembangan motorik pada masa kanak-kanak.
Periode usia dini merupakan fase emas bagi perkembangan otak dan sistem saraf. Pada tahap ini, kemampuan motorik kasar maupun halus menjadi fondasi penting bagi kemandirian anak di masa depan. Namun, tidak semua anak dapat melewati fase tersebut tanpa hambatan. Salah satu gangguan yang dapat dialami adalah dispraksia, yakni gangguan koordinasi gerak yang membutuhkan latihan dan pendampingan secara bertahap.
![]() |
| Safa Aulia Putri dan Canzun Kandidah Yasminah. (Foto: Istimewa) |
Kendala biaya terapi yang relatif tinggi serta keterbatasan akses layanan menjadi alasan sebagian orang tua belum memberikan terapi secara optimal kepada anak.
Salah seorang guru taman kanak-kanak di Banyuwangi mengungkapkan kondisi tersebut. "Beberapa orang tua ada yang melakukan terapi, tapi sebagian besar tidak melakukan karena mungkin mahal ya mbak terapinya itu dan kondisi ekonomi orang beda-beda. Jadi kita tidak bisa memaksakan harus terapi semua," ujarnya.
Hadirkan Pengalaman Terapi dengan Teknologi AR
Keunggulan utama Gandrung Meby-AR Therapy Kit terletak pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan pengguna melihat perpaduan objek nyata dengan karakter digital tiga dimensi.
Melalui perangkat seperti telepon pintar, tablet, maupun laptop yang mendukung, anak-anak dapat berinteraksi dengan karakter penari Gandrung dalam bentuk 3D yang dilengkapi musik tradisional sehingga proses terapi terasa lebih menarik.
Selain fitur AR, buku terapi ini juga dirancang menggunakan ilustrasi yang disesuaikan dengan karakter anak usia 4 hingga 5 tahun. Alur cerita dibuat sederhana agar mudah dipahami, sementara penggunaan sudut pandang tokoh utama bernama Bara—yang diceritakan sebagai anak dengan dispraksia—diharapkan membuat pembaca lebih mudah memahami kondisi tersebut.
Tiga Keunggulan Gandrung Meby-AR Therapy Kit
Media Terapi Berbasis Home-Based Intervention
Produk ini dirancang agar terapi dapat dilakukan di rumah sehingga orang tua tidak bergantung pada fasilitas kesehatan atau jadwal terapi tertentu. Pendekatan Home-Based Intervention diharapkan membantu keluarga melatih kemampuan motorik anak secara rutin sekaligus mengurangi beban biaya terapi.
Mengangkat Budaya Tari Gandrung Banyuwangi
Selain berfungsi sebagai media terapi, Gandrung Meby-AR Therapy Kit juga memperkenalkan budaya lokal melalui karakter penari Gandrung dalam fitur AR. Pendekatan ini diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya sejak usia dini.
Didukung Komunitas Dulur Peduli Dyspraxia
Produk ini turut dilengkapi komunitas Dulur Peduli Dyspraxia sebagai wadah berbagi pengalaman bagi para orang tua. Komunitas tersebut juga menghadirkan webinar daring setiap bulan bersama dokter anak maupun psikolog sehingga orang tua dapat memperoleh informasi dan konsultasi secara langsung.
Telah Diuji pada Puluhan Anak
Sebelum diperkenalkan lebih luas, Gandrung Meby-AR Therapy Kit telah menjalani uji coba terbatas kepada 40 anak yang menjadi target pengguna.
Hasilnya, sebanyak 95 persen responden menyatakan sangat menyukai produk tersebut karena memiliki alur cerita yang menarik, ilustrasi interaktif, serta teknologi AR yang dinilai inovatif.
Secara akademis, inovasi ini juga berhasil lolos ke tahap pendanaan atau seleksi dalam ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026, setelah bersaing dengan ratusan gagasan inovatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Siap Dikembangkan Lebih Luas
Ke depan, Tim SADIDA4.0 berharap Gandrung Meby-AR Therapy Kit tidak hanya menjadi karya untuk kompetisi, tetapi juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah sebagai media alternatif terapi motorik yang mudah diakses dan menyenangkan bagi anak.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk ini dapat melihat purwarupa resminya melalui akun Instagram @gandrung_meby.***

