GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

BMC Buka Open Recruitment 2026, Ajak Anak Muda Banyuwangi Belajar Film dan Teater

Komunitas Betha Muda Cinema (BMC) membuka open recruitment anggota 2026 secara gratis. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGITERKINI.ID Kesempatan bagi anak muda Banyuwangi yang ingin belajar film, teater, akting hingga produksi konten kini kembali terbuka. Komunitas Betha Muda Cinema (BMC) resmi membuka open recruitment anggota 2026 secara gratis.

Bukan sekadar menjadi penonton, peserta nantinya diajak terlibat langsung dalam proses kreatif, mulai dari latihan akting, mengenal dunia teater, hingga produksi film dan konten digital.

Program ini menjadi bagian dari upaya BMC membangun ruang kreatif bagi generasi muda Banyuwangi yang ingin mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya.

Berawal dari Komunitas Kecil Sejak 2015

Perjalanan BMC ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Komunitas ini bermula pada 2015 dengan nama BRO (Banyuwangi Royal Osing).

Saat itu, Dedi Ashadi yang merupakan pelatih teater dari sejumlah sekolah mengajak para remaja Banyuwangi, khususnya pelajar SMP, untuk mencoba membuat film.

Film pertama yang dibuat berjudul “Love Story”. Produksinya masih sangat sederhana, menggunakan kamera panggul dan kaset VCD.

Setahun kemudian, komunitas tersebut berganti nama menjadi ECB (Entertainment Comunity Banyuwangi). Pada periode ini, mereka memproduksi film pendek berjudul “Pelangi untuk Si Miskin”, yang kemudian dipublikasikan melalui Langit Jawi.

Pada 2017, nama komunitas kembali berubah menjadi BRO Banyuwangi. Salah satu karya yang dihasilkan saat itu adalah film “Sejak Dulu”, yang dipublikasikan melalui kanal YouTube EXTIVI.

Perjalanan komunitas sempat terhenti setelah pandemi COVID-19. Namun, pada 2022, Dedi kembali membangun komunitas dengan nama AMC (Acting Muda Cinema).

Dari komunitas tersebut lahir sejumlah karya seperti “Ketika Cinta Memanggil” dan “My Birthday”, yang mengangkat tema budaya Banyuwangi.

Perkembangan berlanjut pada 2024 ketika Dedi membentuk CMB (Creative Movie Banyuwangi). Kali ini, kegiatan lebih banyak diarahkan pada pembuatan konten digital dengan mengusung unsur komedi.

Memasuki 2025, komunitas tersebut kembali dikembangkan dengan nama BMC. Dalam prosesnya, BMC bekerja sama dengan UNBA, DC Kafe, dan EXTIVI untuk memproduksi film “Bab yang Hilang”, yang hingga kini masih berada dalam tahap editing.

BMC Hadir Sebagai Ruang Belajar Film dan Teater

Founder BMC, Dedi Ashadi, merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), jurusan Teater. Ia membangun komunitas tersebut dengan tujuan memberikan ruang bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengenal lebih jauh dunia film dan teater.

“BMC dibentuk karena saya ingin mengajak para remaja Banyuwangi untuk belajar dan mengenal lebih jauh tentang dunia film dan teater. Saya melihat bidang ini masih belum banyak mendapatkan perhatian dan sering dipandang sebelah mata. Karena itu, BMC hadir sebagai wadah untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan bakat,” kata Dedi saat diwawancarai, Minggu, (16/08).

Menurut Dedi, dunia film dan teater tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tampil di depan kamera atau panggung. Peserta juga dapat belajar mengenai kerja tim, proses produksi, kedisiplinan hingga organisasi.

Terbuka Untuk Usia 10 Hingga 40 Tahun

BMC tidak membatasi keanggotaan hanya untuk mereka yang sudah memiliki pengalaman di bidang seni. Komunitas ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap film dan teater, mulai dari usia SD hingga sekitar 40 tahun.

“BMC terbuka untuk siapa saja yang memiliki minat terhadap dunia film dan teater, mulai dari usia SD hingga sekitar 40 tahun. Jadi tidak harus memiliki pengalaman sebelumnya. Yang penting memiliki kemauan untuk belajar dan berkarya bersama,” ujar Dedi. 

Karena keanggotaannya terus berkembang, BMC saat ini belum menetapkan jumlah anggota tetap. Dalam setiap kegiatan maupun open recruitment, biasanya terdapat sekitar 30–50 peserta yang mengikuti kegiatan.

Belajar Tidak Hanya dari Teori

Salah satu hal yang menjadi fokus BMC adalah memberikan pengalaman praktik kepada peserta.

Kegiatan komunitas mencakup pembelajaran akting, latihan teater hingga praktik langsung membuat film. Dengan demikian, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga merasakan proses produksi secara langsung.

Melalui pola belajar tersebut, anggota diharapkan memahami bahwa sebuah karya film membutuhkan proses panjang dan kerja sama banyak pihak.

Mulai dari pemain, sutradara, kru produksi hingga berbagai bagian pendukung lainnya memiliki peran dalam menghasilkan sebuah karya.

Open Recruitment BMC 2026 Gratis

Poster Open Recuitment Anggota BMC Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Dalam open recruitment 2026, BMC mengajak masyarakat Banyuwangi yang memiliki minat pada film, teater, produksi konten, akting dan organisasi untuk bergabung.

Peserta akan mendapatkan kesempatan terlibat dalam produksi short movie, YouTube dan TikTok, sekaligus belajar mengenai film dan teater.

BMC juga menawarkan pengalaman bekerja dalam tim serta materi dari praktisi dan sutradara di Banyuwangi. Pendaftaran anggota BMC 2026 tidak dipungut biaya.

Syarat Pendaftaran

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon anggota antara lain:

  • Berusia 10–40 tahun.
  • Berdomisili di Banyuwangi.
  • Bertanggung jawab, disiplin dan berkomitmen.
  • Mampu bekerja sama dalam tim.
  • Peserta di bawah umur wajib mendapatkan izin dari orang tua.

Pertemuan perdana direncanakan berlangsung pada awal September 2026. Selanjutnya, kegiatan akan dilaksanakan satu kali setiap minggu dengan target program selama 3–6 bulan.

Bagi calon anggota yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, dapat menghubungi Dedy di 0851-9690-6337 atau No di +62 853-8524-9531.

Ingin Lahirkan Lebih Banyak Karya dari Banyuwangi

Bagi Dedi, keberadaan BMC bukan hanya tentang membentuk komunitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menemukan ruang belajar dan berkarya.

“Harapan saya, semoga semakin banyak masyarakat Banyuwangi, khususnya generasi muda, yang tertarik untuk bergabung dengan BMC. Saya berharap BMC bisa menjadi wadah untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi di bidang film dan teater,” tuturnya.

Ia juga berharap semakin banyak anak muda yang berani terlibat dalam proses kreatif dan menghasilkan karya dari Banyuwangi.

“Semoga ke depannya semakin banyak yang mendaftar, semakin banyak karya yang dihasilkan, dan BMC bisa terus berkembang serta memberikan warna baru bagi dunia film dan teater di Banyuwangi,” imbuhnya.

Open recruitment BMC 2026 pun menjadi salah satu pintu bagi anak muda Banyuwangi yang selama ini memiliki keinginan belajar film, teater, akting maupun produksi konten, tetapi belum menemukan ruang untuk memulainya.***

Ketik kata kunci lalu Enter