GUz9GfGlGpCiGUz7TfAlTpz7Td==

3 Kesalahan Pemula saat Memakai Aplikasi Reksadana

Tiga kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat memakai aplikasi reksadana. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGITERKINI.IDInvestasi lewat aplikasi menjadi semakin populer karena prosesnya yang mudah dan cepat. Namun, kemudahan ini juga kerap membuat investor pemula melakukan kesalahan mendasar, terutama dalam cara membaca angka dan memahami produk yang dipilih. Contohnya, dalam katalog reksadana pasar uang di Makmur.id, terdapat banyak informasi yang tentu berguna, tetapi belum tentu semuanya mudah dimengerti dengan benar.  

Makmur.id sendiri menyediakan data lengkap berupa lima kolom pembanding di tiap produk, sehingga membantu Anda membandingkan portofolio dengan lebih transparan. Meski begitu, kesalahan dalam interpretasi data ini sering terjadi dan bisa berimbas pada hasil investasi yang kurang optimal. Berikut adalah tiga kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat memakai aplikasi reksadana dan bagaimana dampaknya terhadap keuntungan investasi Anda.

1. Memilih Produk Hanya dari Angka Kinerja Teratas

Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah hanya memilih produk berdasarkan angka kinerja satu tahun saja. Misalnya, Anda mungkin melihat ada produk reksadana yang mencatat kenaikan 5,03% dalam satu tahun, lalu langsung tertarik tanpa melihat konteks lain. Padahal, angka ini tidak dapat langsung dibandingkan antar kategori reksadana, seperti antara pasar uang dan saham.  

Penting juga untuk memperhatikan kolom expense ratio, yaitu biaya tahunan yang langsung memotong hasil investasi. Selain itu, nilai aktiva bersih (NAB) per unit harus dipahami bukan sebagai harga mahal atau murah, melainkan hanya nilai satu unit reksadana. Risiko produk juga perlu dinilai melalui tab Drawdown yang menampilkan penurunan terdalam nilai investasi. Jika tidak melihat ini, Anda mungkin tidak siap menghadapi risiko kerugian. Produk baru yang belum berusia satu tahun juga tidak menampilkan angka kinerja satu tahun, sehingga ketiadaan angka ini jangan langsung disalahartikan sebagai tanda kinerja buruk.  

2. Menganggap Reksa Dana Bisa Ditarik Kapan Saja seperti Tabungan

Kesalahan kedua yang umum adalah mengira reksadana dapat dicairkan kapan saja seperti tabungan biasa. Nyatanya, waktu pencairan dana reksadana berbeda tergantung kategori produknya. Untuk reksadana pasar uang, pencairan memakan waktu satu sampai dua hari kerja. Sedangkan untuk reksadana pendapatan tetap atau campuran, proses ini bisa memakan waktu dua sampai tiga hari kerja, dan untuk reksadana saham bisa sampai tiga atau empat hari kerja.  

Dalam konteks ini, penting untuk tahu bahwa hari Sabtu, Minggu, dan hari libur bursa tidak dihitung sebagai hari kerja, jadi proses pencairan sebenarnya bisa lebih lama. Jika Anda mengandalkan dana tersebut untuk kebutuhan mendadak, ikut produk dengan waktu pencairan panjang seperti saham bisa menimbulkan masalah likuiditas.  

Kendati demikian, platform seperti Makmur.id juga menyediakan fitur Same Day untuk penyelesaian transaksi pada hari yang sama, namun fitur ini hanya berlaku pada produk dengan label Same Day dan harus dilakukan sebelum pukul 09.30 WIB pada hari bursa. Pembelian sebelum pukul 13.00 WIB diproses dengan NAB hari itu juga, sedangkan pembayaran setelah itu baru diproses pada hari kerja berikutnya. Selain itu, pencairan dana hanya bisa dilakukan ke rekening bank yang atas namanya sesuai identitas Anda.  

3. Mengira Pengawasan Berlapis Berarti Bebas dari Kerugian

Reksadana adalah produk investasi, bukan simpanan, sehingga tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.  Kesalahan ketiga ini sering berawal dari kesalahpahaman soal pengawasan produk reksadana. Anda mungkin merasa aman karena aplikasi reksadana seperti Makmur.id sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana disimpan di bank kustodian independen, dan kepemilikan tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Namun, pengawasan ini melindungi Anda dari penyalahgunaan dana dan kebangkrutan lembaga, bukan risiko kerugian akibat pergerakan pasar.  

Ketiga kesalahan ini berakar pada pemahaman yang kurang lengkap terhadap informasi reksadana. Memilih produk hanya dari angka kinerja tanpa melihat kategori, beban biaya, dan risiko dapat menyesatkan keputusan Anda. Memahami batasan-batasan ini akan membantu Anda mengambil keputusan investasi lebih bijak dan tenang sejak awal. Jangan lupa, selalu sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan kebutuhan dana Anda agar investasi berjalan optimal.  

Wujudkan Investasi Pertama yang Terukur bersama Makmur.id

Mulailah investasi reksadana dengan lebih terukur dan percaya diri bersama Makmur.id sekarang juga! Untuk mulai berinvestasi, Anda bisa mengunduh aplikasi Makmur.id di App Store dan Play Store, kemudian manfaatkan informasi lengkap dan fitur yang disediakan untuk menentukan pilihan investasi yang sesuai. 

Makmur.id dioperasikan oleh PT Inovasi Finansial Teknologi dan telah berizin sebagai Agen Penjual Efek Reksadana dari Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor KEP-3/PM.21/2021. Anda bisa menemukan katalog lebih dari 100 produk reksadana terkurasi dari 15 manajer investasi dengan 8 kategori, lengkap dengan informasi seperti expense ratio, tab Drawdown, dan fund fact sheet di setiap produk. Minimum pembelian mulai dari Rp5.000, dan dana investasi Anda disimpan di bank kustodian independen dengan pencairan hanya bisa dilakukan ke rekening atas nama Anda sendiri.***

Ketik kata kunci lalu Enter