![]() |
| Toto Wolff. (Foto: Istimewa) |
BANYUWANGITERKINI.ID - Pernyataan Toto Wolff mengenai keterbatasan dana pengembangan Mercedes W17 sempat menimbulkan tanda tanya. Bagaimana mungkin salah satu tim besar Formula 1 seperti Mercedes tidak memiliki cukup uang untuk terus mengembangkan mobilnya secepat para rival?
Jawabannya bukan karena Mercedes kekurangan sponsor atau mengalami masalah finansial. Persoalan yang dimaksud Wolff berkaitan dengan aturan cost cap Formula 1 yang membatasi pengeluaran setiap tim.
Aturan tersebut mulai diterapkan pada 2021 dengan tujuan memperkecil kesenjangan antara tim papan atas dan tim yang memiliki sumber daya lebih terbatas.
Cost cap membuat setiap pengembangan harus dihitung
Mercedes memang memiliki dukungan finansial dan sponsor yang kuat. Namun, tim tetap harus bekerja dalam batas pengeluaran yang telah ditentukan Formula 1.
Wakil Wolff, Bradley Lord, menjelaskan bahwa setiap tim harus membagi sumber daya secara cermat antara personel, gaji, produksi komponen, suku cadang, hingga pengembangan mobil.
"Ini adalah kenyataan yang dihadapi setiap tim di bawah aturan batas anggaran," ujar Bradley Lord.
Menurutnya, tim juga perlu memperhitungkan berapa banyak komponen mobil yang harus dibuat pada musim berjalan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah suku cadang cadangan dan persediaan yang harus tersedia di pabrik maupun di lintasan juga masuk dalam perhitungan.
Dengan kondisi tersebut, setiap tim harus mencari titik keseimbangan agar anggaran yang tersedia menghasilkan peningkatan performa maksimal.
Tidak semua hasil terowongan angin langsung dibuat
Salah satu tantangan terbesar berada pada keputusan untuk menerapkan hasil pengembangan virtual menjadi komponen fisik.
Mercedes masih menemukan potensi peningkatan performa melalui terowongan angin. Namun, setiap temuan tidak otomatis langsung diwujudkan menjadi komponen baru untuk mobil balap.
Lord memberikan contoh pada bagian lantai mobil atau floor.
"Setiap tim berusaha menemukan keseimbangan yang paling optimal," lanjut Lord. "Kami masih menemukan peningkatan performa melalui terowongan angin, tetapi tantangannya adalah menentukan kapan peningkatan virtual tersebut harus diwujudkan menjadi komponen nyata."
"Misalnya pada bagian lantai mobil (floor), apakah Anda harus langsung membuat komponen baru begitu menemukan peningkatan performa, atau menyelaraskan pengembangan tersebut dengan saat lantai baru memang dibutuhkan untuk menyelesaikan musim? Menemukan efisiensi seperti itulah seni di balik ilmu pengetahuan," jelasnya.
Artinya, Mercedes harus mempertimbangkan bukan hanya seberapa besar peningkatan performa yang diperoleh, tetapi juga kapan komponen tersebut paling tepat diproduksi dan digunakan.
Mercedes berada dalam posisi berbeda dari tim pengejar
Situasi Mercedes pada musim 2026 juga membuat strategi pengembangan mereka berbeda dari rival yang sedang mengejar.
Lord menilai tim yang memimpin kejuaraan tidak selalu memiliki pendekatan yang sama dengan tim yang berusaha memangkas jarak.
"Tim yang berada dalam mode mengejar mungkin akan mengambil keputusan yang berbeda dibandingkan tim yang sedang memimpin," katanya.
Ia menjelaskan bahwa ketika memasuki rangkaian balapan di Meksiko, Brasil, dan Las Vegas, rival Mercedes belum tentu membawa peningkatan performa total yang lebih besar.
Mereka bisa saja memilih strategi berbeda dengan meluncurkan peningkatan dalam skala lebih kecil, tetapi dengan frekuensi yang lebih sering.
Anggaran juga harus disiapkan untuk mobil musim berikutnya
Persoalan cost cap tidak hanya menyangkut pengembangan W17 selama musim 2026.
Mercedes juga harus mulai mengalokasikan sumber daya untuk mobil yang akan digunakan pada musim berikutnya. Hal tersebut membuat pengambilan keputusan menjadi semakin kompleks.
Dalam acara Nu Silver Arrows Radio Show yang dipandu Anthony Davidson, Lord membenarkan bahwa terdapat penggunaan anggaran yang saling beririsan antara mobil musim berjalan dan proyek generasi berikutnya.
"Benar sekali," jawab Lord.
"Anda juga harus mempertimbangkan tahun depan: kapan terowongan angin mulai dialihkan untuk proyek berikutnya, kapan departemen desain mulai fokus pada mobil berikutnya, dan bagaimana sumber daya dibagi."
Ia menambahkan bahwa meski musim masih menyisakan sejumlah balapan, pengembangan untuk musim berikutnya sudah harus berjalan.
"Kami masih memiliki setengah musim balapan yang harus dijalani, tetapi pada saat yang sama kami sudah hampir mencapai tiga perempat perjalanan dalam kalender tahun ini," jelasnya.
Mercedes harus membiayai dua proyek sekaligus
Direktur Teknik Trek Mercedes, Andrew Shovlin, menjelaskan lebih jauh bagaimana cost cap mengubah pola pengembangan tim Formula 1.
Menurut Shovlin, sebelum adanya batas anggaran, tim dapat mengalokasikan anggaran tertentu untuk sebuah mobil dan memulai konsep mobil musim berikutnya setelah mobil musim berjalan diluncurkan.
Kini situasinya berbeda karena satu anggaran tahunan harus mencakup kebutuhan mobil yang sedang berlomba sekaligus pengembangan untuk musim berikutnya.
"Beberapa tahun lalu, sebuah tim bisa mengalokasikan sejumlah anggaran khusus untuk satu mobil," kata Shovlin.
"Pekerjaan konsep untuk musim berikutnya mungkin dimulai setelah mobil saat ini diluncurkan, kemudian berlanjut sepanjang tahun sebelum mobil tersebut digunakan untuk balapan pada musim berikutnya."
"Di bawah aturan batas anggaran, anggaran tahunan yang sama harus membiayai mobil yang sedang digunakan untuk balapan, pengembangannya selama musim berjalan, sekaligus mobil yang akan digunakan setelahnya. Menjelang akhir tahun, kami juga mulai memproduksi komponen untuk mobil berikutnya. Selalu ada tarik-menarik antara berbagai kebutuhan tersebut."
Mercedes memilih tidak agresif membawa pembaruan
Kondisi tersebut turut memengaruhi keputusan Mercedes dalam menghadapi perkembangan rival, termasuk McLaren yang terlihat lebih agresif melakukan pembaruan pada akhir pekan Grand Prix Belanda.
Shovlin mengatakan Mercedes sebenarnya bisa mengambil langkah berbeda jika pembaruan tertentu dianggap sangat penting untuk perebutan kejuaraan.
"Jika kami percaya bahwa kejuaraan ini bergantung pada kehadiran pembaruan di Zandvoort, kami mungkin akan menemukan cara untuk mewujudkannya," jelasnya.
Namun, Mercedes memiliki keuntungan karena berada di posisi terdepan. Karena itu, tim memilih untuk tidak selalu mengejar jumlah pembaruan sebanyak kompetitor yang sedang berusaha mengejar mereka.
"Kami berada dalam posisi yang sangat menguntungkan karena memimpin. Karena itu, masuk akal bagi kami untuk tidak memasang sebanyak mungkin komponen baru pada mobil saat ini dibandingkan para kompetitor yang sedang mengejar. Kami harus tetap kompetitif tahun ini, sekaligus memikirkan kejuaraan berikutnya."
Mercedes pun berusaha menentukan jalur pengembangan yang paling efisien dari sisi biaya.
"Berada di posisi terdepan memungkinkan kami untuk berpikir sedikit lebih jauh ke depan. Kami telah mengambil keputusan yang diperhitungkan mengenai jalur paling efisien dari sisi biaya untuk mencapai akhir musim. Namun, setelah setiap balapan, kami mengevaluasi kembali apakah yang kami lakukan sudah cukup, apakah kami membawa cukup banyak pengembangan, dan apakah ada sesuatu yang bisa dipercepat."
Operasional menjadi kunci saat jarak performa mengecil
Selain pengembangan mobil, Mercedes menilai kemampuan operasional akan semakin menentukan ketika perbedaan performa antartim semakin kecil.
Lord mengatakan tim harus mampu memaksimalkan setiap aspek yang tersedia, mulai dari potensi mobil hingga eksekusi di lintasan.
"Ketika margin semakin kecil, keunggulan dalam operasional menjadi jauh lebih penting," ujarnya.
"Kami harus mengeluarkan seluruh potensi dari mobil, memberikan performa pit stop yang konsisten dan kuat, serta terus membangun kemajuan yang telah kami capai dalam hal start balapan. Kini kami mulai mendapatkan posisi, bukan lagi kehilangan posisi saat start."
Hasil di Zandvoort menjadi salah satu contoh bahwa performa tim tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pembaruan yang dibawa.
"Itulah mengapa Zandvoort memberikan banyak hal positif meskipun masih ada pertanyaan mengenai performa. Kedua pembalap memberikan hasil yang baik, bekerja sama, dan mendapatkan dukungan dari eksekusi kuat tim di lintasan maupun organisasi secara keseluruhan."
"Setelah beberapa akhir pekan sebelumnya ketika kami tidak berhasil membawa kedua mobil finis di posisi yang seharusnya bisa mereka raih, hasil tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti," pungkasnya.
Dengan demikian, pernyataan Toto Wolff mengenai keterbatasan dana pengembangan bukan berarti Mercedes mengalami krisis finansial. Masalahnya adalah bagaimana tim mengoptimalkan anggaran yang dibatasi aturan cost cap untuk mempertahankan performa W17 sekaligus mempersiapkan mobil musim berikutnya.***
